Misteri Mengenai Atlantis

Misteri Mengenai Atlantis – Sebelum memasuki tahun 1831, perairan lepas pantai di barat daya Sisilia itu terkenal dengan kerangnya yang masih menjadi pujaan bagi peminat perhiasan mutiara hingga kini. Tapi pada bulan Juli tahun itu, para nelayan mulai melihat adanya kawanan ikan mati yang bermunculan di permukaan laut seolah-olah mereka telah direbus oleh lautan. Ikan-ikan itu bisa dimakan, tapi sangat berbau belerang.

Asapnya sendiri tampaknya begitu kuat sehingga beberapa nelayan kehilangan kesadarannya. Penyebab judi slot online jackpot terbesar dari kematian ikan-ikan itu baru diketahui beberapa hari kemudian ketika para pelaut menyadari puncak dari sebuah gunung berapi timbul di atas gelombang laut.

Letusan gunung itu terus terjadi, dan pada Agustus tahun itu ada sebuah pulau yang telah terbentuk. Sejarawan sendiri telah menemukan tulisan Yunani dari lebih dari 2.700 tahun yang lalu yang ternyata bersumber dari Gunung Etna yang tetap menjadi salah satu gunung berapi paling Experiencereign aktif di dunia. Dua letusan terburuk Etna terjadi pada abad ke-12 dan ke-17 ini telah diperkirakan dan mengakibatkan puluhan ribu kematian karenanya.

Kota ini juga telah diguncang gempa bumi hebat, termasuk gempa Val di Noto pada 1693 yang terkenal menewaskan 60.000 dan menghancurkan Kota Catania, dan gempa bumi tahun 1908 di Messina. Tanpa pemahaman seismologi modern, penduduk kota itu pun telah menciptakan slot mitologi yang kaya untuk menjelaskan peristiwa tragis ini. Buku karyanya yang bertajuk Sicilia Esoterica meneliti cerita rakyat dan tradisi dari kota ini. Menurut salah satu legenda, pernah ada seorang nelayan muda yang sedang melaut,dan terkenal karena kemampuannya bertahan di bawah air untuk waktu yang lama.

Mendengar bakatnya bemain Slot Online, raja menantang Colapesce untuk mengambil banyak benda kuno dari dasar laut. Pada salah satu misi bawah lautnya, sang nelayan mendapati adanya satu tiang, yang diduga tengah menopang pulau itu sudah rusak akibat erupsi Gunung Etna. Untuk menyelamatkan Sisilia agar tidak tenggelam, maka Colapesce mengorbankan dirinya untuk menggantikan kolom yang rusak itu. Pergerakan lempeng-lempeng tersebut juga ternyata dapat menyebabkan ketegangan yang menumpuk di kerak bumi, yang akan mengakibatkan gempa bumi.

Pergerakan yang sedang berlangsung tersebut menekan lempeng Afrika di bawah Eurasia. Hal ini menyebabkan penumpukan pada batuan yang mencair dan dapat menembus titik lemah di permukaan bumi yang akan menyebabkan terjadinya letusan gunung berapi.